Kamis, 29 Maret 2012


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejak tahun 1993, WHO menyatakan bahwa tuberkulosis (TB) merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan. Walaupun strategi DOTS telah terbukti sangat efektif untuk  pengendalian TB, tetapi beban penyakit TB di masyarakat masih sangat tinggi (Kementrian Kesehatan RI, 2011). Oleh karena itu, tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di dunia dan merupakan penyebab utama kematian.
Banyak faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit  tuberkulosis berkembang di masyarakat disamping faktor medis, faktor sosio ekonomi dan budaya, sikap dan prilaku terhadap penyakit ini sangat mempengaruhi keberasilan terhadap penanggulangan penyakit ini. Mayoritas penderita TB ini terinfeksi karena kurangnya penerapan sanitasi lingkungan yang baik sehingga mempermudah penyebaran basil TB itu sendiri. Penyebaran melalui kurangnya penerapan sanitasi lingkungan dapat berupa sirkulasi udara yang buruk dilingkungan keluarga, kebersihan alat yang kontak dengan penderita kurang terjamin dan pembuangan dahak dan bersin disembarang tempat.
Oleh karena itu, agar penyebaran penyakit tuberkulosis dapat dikurangi dan tidak mengancam kesehatan masyarakat khususnya Kabupaten Jember, maka perlu adanya penelitian. Penelitian tersebut meliputi antara penerapan sanitasi lingkungan dengan tidak menerapkan sanitasi lingkungan bagi penderita tuberkulosis maupun non penderita tuberkulosis. Penelitian tersebut mengkaitkan bagaimana pengaruh penerapan sanitasi lingkungan terhadap penyebaran tuberkulosis dilingkungan masyarakat.

1.2  Rumusan Masalah
Penelitian pengaruh penerapan sanitasi lingkungan bagi penderita maupun non penderita tuberkulosis ialah mengetahui seberapa besar pengaruh sanitasi lingkungan terhadap penyebaran penyakit tuberkulosis. Namun, permasalahan yang dihadapi ialah kurang pemahaman sistem sanitasi lingkungan khususnya masyarakat ekonomi renddah. Oleh karena itu, permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh sanitasi lingkungan terhadap penyebaran penyakit tuberculosis. Sehingga dapat diketahui seberapa besar potensi sanitasi lingkungan terhadap penyebaran penyakit tuberkulosis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar