BAB
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak tahun 1993, WHO menyatakan bahwa tuberkulosis
(TB) merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan. Walaupun strategi DOTS
telah terbukti sangat efektif untuk
pengendalian TB, tetapi beban penyakit TB di masyarakat masih sangat
tinggi (Kementrian Kesehatan RI, 2011). Oleh karena itu, tuberkulosis (TB) masih
merupakan masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di dunia dan merupakan
penyebab utama kematian.
Banyak
faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit
tuberkulosis berkembang di masyarakat disamping faktor medis, faktor
sosio ekonomi dan budaya, sikap dan prilaku terhadap penyakit ini sangat
mempengaruhi keberasilan terhadap penanggulangan penyakit ini. Mayoritas
penderita TB ini terinfeksi karena kurangnya penerapan sanitasi lingkungan yang
baik sehingga mempermudah penyebaran basil TB itu sendiri. Penyebaran melalui
kurangnya penerapan sanitasi lingkungan dapat berupa sirkulasi udara yang buruk
dilingkungan keluarga, kebersihan alat yang kontak dengan penderita kurang
terjamin dan pembuangan dahak dan bersin disembarang tempat.
Oleh karena itu, agar penyebaran
penyakit tuberkulosis dapat dikurangi dan tidak mengancam kesehatan masyarakat
khususnya Kabupaten Jember, maka perlu adanya penelitian. Penelitian tersebut
meliputi antara penerapan sanitasi lingkungan dengan tidak menerapkan sanitasi
lingkungan bagi penderita tuberkulosis maupun non penderita tuberkulosis.
Penelitian tersebut mengkaitkan bagaimana pengaruh penerapan sanitasi
lingkungan terhadap penyebaran tuberkulosis dilingkungan masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
Penelitian pengaruh penerapan sanitasi lingkungan
bagi penderita maupun non penderita tuberkulosis ialah mengetahui seberapa
besar pengaruh sanitasi lingkungan terhadap penyebaran penyakit tuberkulosis.
Namun, permasalahan yang dihadapi ialah kurang pemahaman sistem sanitasi
lingkungan khususnya masyarakat ekonomi renddah. Oleh karena itu, permasalahan
yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh sanitasi lingkungan
terhadap penyebaran penyakit tuberculosis. Sehingga dapat diketahui seberapa
besar potensi sanitasi lingkungan terhadap penyebaran penyakit tuberkulosis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar