A.
JUDUL
“Roti
Bakar ISOLASI “ : Inovasi
Pembuatan Roti Bakar Berselai Rosella dan Sirsak
B.
LATAR BELAKANG MASALAH
Di Indonesia tanaman rosella
dan sirsak
merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan akan tetapi
kurang dimanfaatkan secara maksimal. Potensi Indonesia dalam hal tanaman bunga dan buah sangat besar. Namun hanya
beberapa jenis saja yang telah dimanfaatkan penggunaanya. Padahal,
penggunaan tanaman bunga dan buah merupakan bagian dari kearifan
budaya lokal Indonesia. Kearifan budaya dalam memanfaatkan tanaman yang
mendukung dalam pemenuhan kebutuhan pangan ini berkaitan
erat pula dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini karena tanaman
yang menjadi bahan baku memiliki manfaat yang banyak dan juga
merupakan tanaman yang pemanfaatannya berwawasan pelestarian
budaya dan lingkungan hidup. Namun selama ini penggunaan tanaman bunga dan buah - buahan masih
belum maksimal. Masyarakat biasa mengkonsumsi buah sirsak dan rosella dalam bentuk
minuman fungsional. Padahal, dengan sedikit sentuhan teknologi, tanaman rosella dan buah
sirsak dapat diolah menjadi hidangan yang lebih menarik seperti selai.
Roti
merupakan makanan yang digemari masyarakat di Indonesia dari sekadar jajanan di
pinggir jalan hingga berkonsep restoran. Selain memiliki karakteristik sebagai
makanan pokok dimana mengandung karbohidrat dan nilai gizi yang tinggi, roti
juga bersifat lebih praktis untuk dikonsumsi dibanding bahan makanan lain.
Dengan sifatnya yang praktis ini, roti memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat
yang semakin modern. Namun, semakin
ketatnya persaingan di bisnis roti, dibutuhkan kreativitas para pelaku bisnis
untuk merebut pasar. Hal ini menjadikan pengusaha roti berlomba-lomba untuk
menciptakan varian atau jenis baru yang tentunya berbeda dengan varian yang
sudah ada demi menarik minat para penggemar roti. Salah satu varian baru yaitu
menambahkan selai yang terbuat dari bunga rosella dan buah sirsak.
Melihat
kondisi diatas mendorong kami membuat suatu program pengembangan
produk baru yaitu “Roti bakar ISOLASI” sebagai usaha inovatif dalam
rangka optimalisasi gerakan pangan sehat berbasis kearifan budaya lokal.
Program ini diharapkan memberikan produk roti sehat dengan memanfaatkan tanaman
rosella
dan buah sirsak sebagai selai yang sangat bermanfaat bagi kesehatan
sehingga masyarakat mendapat nilai tambah dalam mengkonsumsi roti. Selain itu,
usaha ini sebagai wujud mengoptimalkan gerakan pangan sehat di Indonesia.
C. TUJUAN
Adapun tujuan
dari pengembangan produk baru ini:
1.
Untuk mengetahui proses pembuatan roti berselai bunga rosella dan
buah sirsak.
2.
Untuk mengetahui prospek pemasaran roti berselai bunga rosella dan
buah sirsak
D. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Adapun target
luaran dari pengembangan produk baru ini adalah:
1.
Menghasilkan produk roti yang memiliki nilai tambah
bagi kesehatan dengan memanfaatkan bunga rosella dan buah sirsak sebagai selai.
2.
Mengembangkan pengolahan rosella dan sirsak sebagai
bagian dari kearifan budaya lokal Indonesia
3.
Mengoptimalkan gerakan pangan sehat
E. MANFAAT
Adapun manfaat dari
pengembangan
produk baru ini adalah:
- Manfaat
bagi mahasiswa yaitu sebagai wujud kepedulian terhadap pangan sehat di
Indonesia dan sebagai wadah untuk melatih diri melakuakn pengembangan produk baru serta sebagai ajang untuk membentuk
jiwa kreatif, inovatif,dan mandiri.
- Manfaat bagi masyarakat maupun
produsen roti yaitu sebagai alternative untuk membuka dan meningkatkan
peluang usaha sehingga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup besar.
- Manfaat bagi pemerintah yaitu
dengan adanya usaha ini dapat mengurangi pengangguran di masyarakat.
F. DESKRIPSI PRODUK
a.
Produk
Roti Bakar Isolasi merupakan bentuk olahan Roti Bakar
dengan selai yang berbahan dasar rosella dan buah sirsak. Roti bakar ini
memiliki banyak sifat fungsional yang berguna bagi kesehatan tubuh. Selain itu,
roti bakar merupakan produk pangan yang sangat digemari masyarakat sehingga
mempermudah dalam pengenalan produk ini kepada masyarakat.
b. Kemasan
Kemasan yang digunakan dalam pembuatan produk baru “Roti
Bakar Isolasi” ialah kemasan plastik dengan kode 5 sehingga tidak bersifat
migrasi yang membahayakan kesehatan. Dalam kemasan ini, juga tercantumkan
merek, nama pemroduksi serta alamat produksi yang dapat mempermudah konsumen
dalam memesan kembali roti bakar isolasi.
c. Penyajian
Penyajian roti bakar isolasi ini, disajikan secara hangat
sehingga dapat meningkatkan selera konsumen. Selain itu, penyajian secara
hangat memberikan rasa yang enak pada roti bakar isolasi ini.
G.
METODE
PELAKSANAAN
1. Tahap Produksi
a). Jenis
Produksi
Pada
usaha ini kami akan memproduksi selai rosella dan sirsak. Selai
tersebut dijual dengan ditambahkan pada roti bakar.
b). Bahan
Baku
Bahan
baku yang digunakan dalam pembuatan selai seperti rosella,sirsak, pepaya,
gum arab, garam, vanili dan gula.
c). Alat
Alat yang
digunakan dalam pembuatan roti bakar isolasi ini adalah: blender, pisau, panci,
wajan pengoreng, tevlon pemanggang, spatula pengaduk, kompor, tempat selai,
sendok, dan timbangan.
c). Pengolahan
Ø Selai
Ekstrak rosella
di campur dengan sirsak matang, dan pepaya lalu di blender hingga membentuk
bubur. Setelah menjadi bubur, bubur tersebut di panaskan dengan ditambahkan
garam secukupnya, gula ¼ kg, dan 5 gram gum arap. Selanjutnya olah hingga
membentuk gum atau memiliki daya oles tinggi dan baik.
Ø Roti Bakar
Isolasi
Roti tawar dengan 2 bagian, masing-masing di olesi
margarine di setiap sisinya. Selain mempermudah dalam pemanggangan, margarin
akan memberikan rasa gurih pada hasil roti bakar. Selanjutnya bagian tengahnya
di olesi selai sirsak dan rosella. Setelah pengolesan merata, baru roti di
panggang sampai warnanya berubah coklat ke emasan. Roti yang sudah matang di
sajikan kepada konsumen.
2. Rencana Pemasaran
a). Penentuan Harga Jual
Dalam hal
ini penentuan harga jual ditentukan oleh besarnya biaya produksi dari
masing-masing jenis roti berselai rosella dan sirsak yang diproduksi. Harga
jual untuk per bungkusnya, seperti roti selai rosella dan sirsak Rp 2.000,00
c). Layanan Pemasaran
Bentuk layanan
yang ditawarkan pada produk baru ini adalah pendirian stand dengan disediakannya meja dan kursi
sehingga konsumen dapat menikmati aneka sajian yang disediakan pada usaha ini.
Selain itu, produk ini juga diproduksi dalam bentuk kemasan sehingga konsumen
dapat menikmatinya di tempat lain.
c). Pemasaran Produk
Produk ini akan
dipromosikan lewat pemasangan spanduk di depan tempat usaha dan menyebarkan
brosur ditempat keramaian serta ditawarkan ke toko-toko kue serta melalui jejaring
sosial.
d). Sasaran
Pengguna Produk
Sasaran
pengguna produk yaitu pelajar, mahasiswa, dan kalangan masyarakat umum.
H.
BIAYA PRODUKSI
No.
|
Modal
|
Satuan (Rp)
|
Qty
|
Total(Rp)
|
1.
|
Rosella
|
Rp. 20.000,00
|
¼ kg
|
Rp. 5.000,00
|
2
|
Sirsak
|
Rp. 4.000,00
|
1
buah
|
Rp. 4.000,00
|
3
|
Pepaya
|
Rp. 6.000,00
|
1 buah
|
Rp. 6.000,00
|
4
|
Gula
|
Rp. 9.500,00
|
0,5 kg
|
Rp. 4.250,00
|
8
|
Wadah selai
|
Rp. 5000,00
|
1
|
Rp. 5.000,00
|
9
|
Gum
Arap
|
Rp. 15.000,00
|
0,1
kg
|
Rp. 15.000,00
|
10
|
Garam
|
Rp. 600,00
|
¼ kg
|
Rp. 6.00,00
|
11
|
Vanili
|
Rp. 500,00
|
10
|
Rp. 5000,00
|
12
|
Roti
|
Rp.10.000
|
4
|
Rp.40.000
|
16
|
Plastik Kemasan
|
Rp 500,00
|
360
|
Rp. 180.000,00
|
Total
|
I.
KESIMPULAN
Ø Roti Bakar
Isolasi ini merupakan produk pangan yang memiliki sifat fungsional.
Ø Roti Bakar
Isolasi ini membutuhkan biaya pembuatan sebesar Rp. XXXX
Ø Dengan sistem
pelayanan dan pemasaran yang baik dapat mempermudah dalam penjualan produk roti
bakar ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar