Minggu, 18 Maret 2012

selai rosella



A.       JUDUL
            “Roti Bakar ISOLASI : Inovasi Pembuatan Roti Bakar Berselai Rosella dan Sirsak

B.     LATAR BELAKANG MASALAH
            Di Indonesia tanaman rosella dan sirsak merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan akan tetapi kurang dimanfaatkan secara maksimal. Potensi Indonesia dalam hal tanaman bunga dan buah sangat besar. Namun hanya beberapa jenis saja yang telah dimanfaatkan penggunaanya. Padahal, penggunaan tanaman bunga dan buah merupakan bagian dari kearifan budaya lokal Indonesia. Kearifan budaya dalam memanfaatkan tanaman yang mendukung dalam pemenuhan kebutuhan pangan ini berkaitan erat pula dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini karena tanaman yang menjadi bahan baku memiliki manfaat yang banyak dan juga merupakan tanaman yang pemanfaatannya berwawasan pelestarian budaya dan lingkungan hidup. Namun selama ini penggunaan  tanaman bunga dan buah - buahan masih belum maksimal. Masyarakat biasa mengkonsumsi buah sirsak dan rosella dalam bentuk minuman fungsional. Padahal, dengan sedikit sentuhan teknologi, tanaman rosella dan buah sirsak dapat diolah menjadi hidangan yang lebih menarik seperti selai.
Roti merupakan makanan yang digemari masyarakat di Indonesia dari sekadar jajanan di pinggir jalan hingga berkonsep restoran. Selain memiliki karakteristik sebagai makanan pokok dimana mengandung karbohidrat dan nilai gizi yang tinggi, roti juga bersifat lebih praktis untuk dikonsumsi dibanding bahan makanan lain. Dengan sifatnya yang praktis ini, roti memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat yang semakin modern.  Namun, semakin ketatnya persaingan di bisnis roti, dibutuhkan kreativitas para pelaku bisnis untuk merebut pasar. Hal ini menjadikan pengusaha roti berlomba-lomba untuk menciptakan varian atau jenis baru yang tentunya berbeda dengan varian yang sudah ada demi menarik minat para penggemar roti. Salah satu varian baru yaitu menambahkan selai yang terbuat dari bunga rosella dan buah sirsak.
Melihat kondisi diatas mendorong kami membuat suatu program pengembangan produk baru yaitu “Roti bakar ISOLASI” sebagai usaha inovatif dalam rangka optimalisasi gerakan pangan sehat berbasis kearifan budaya lokal. Program ini diharapkan memberikan produk roti sehat dengan memanfaatkan tanaman rosella dan buah sirsak sebagai selai yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga masyarakat mendapat nilai tambah dalam mengkonsumsi roti. Selain itu, usaha ini sebagai wujud mengoptimalkan gerakan pangan sehat di Indonesia.

C.     TUJUAN
Adapun tujuan dari pengembangan produk baru ini:
1.    Untuk mengetahui proses pembuatan roti berselai bunga rosella dan buah sirsak.
2.    Untuk mengetahui prospek pemasaran roti berselai bunga rosella dan buah sirsak

D.    LUARAN YANG DIHARAPKAN
Adapun target luaran dari pengembangan produk baru ini adalah:
1.      Menghasilkan produk roti yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan dengan memanfaatkan bunga rosella dan buah sirsak sebagai selai.
2.      Mengembangkan pengolahan rosella dan sirsak sebagai bagian dari kearifan budaya lokal Indonesia
3.      Mengoptimalkan gerakan pangan sehat

E.     MANFAAT
Adapun manfaat dari pengembangan produk baru ini adalah:
  1. Manfaat bagi mahasiswa yaitu sebagai wujud kepedulian terhadap pangan sehat di Indonesia dan sebagai wadah untuk melatih diri melakuakn pengembangan produk baru serta sebagai ajang untuk membentuk jiwa kreatif, inovatif,dan mandiri.
  2. Manfaat bagi masyarakat maupun produsen roti yaitu sebagai alternative untuk membuka dan meningkatkan peluang usaha sehingga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup besar.
  3. Manfaat bagi pemerintah yaitu dengan adanya usaha ini dapat mengurangi pengangguran di masyarakat.

F.      DESKRIPSI PRODUK
a.       Produk
Roti Bakar Isolasi merupakan bentuk olahan Roti Bakar dengan selai yang berbahan dasar rosella dan buah sirsak. Roti bakar ini memiliki banyak sifat fungsional yang berguna bagi kesehatan tubuh. Selain itu, roti bakar merupakan produk pangan yang sangat digemari masyarakat sehingga mempermudah dalam pengenalan produk ini kepada masyarakat.
b.      Kemasan
Kemasan yang digunakan dalam pembuatan produk baru “Roti Bakar Isolasi” ialah kemasan plastik dengan kode 5 sehingga tidak bersifat migrasi yang membahayakan kesehatan. Dalam kemasan ini, juga tercantumkan merek, nama pemroduksi serta alamat produksi yang dapat mempermudah konsumen dalam memesan kembali roti bakar isolasi.
c.       Penyajian
Penyajian roti bakar isolasi ini, disajikan secara hangat sehingga dapat meningkatkan selera konsumen. Selain itu, penyajian secara hangat memberikan rasa yang enak pada roti bakar isolasi ini.

G.            METODE PELAKSANAAN

1. Tahap Produksi

a). Jenis Produksi

Pada usaha ini kami akan memproduksi selai rosella dan sirsak. Selai tersebut dijual dengan ditambahkan pada roti bakar.

b). Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan selai seperti rosella,sirsak, pepaya, gum arab, garam, vanili dan gula.
c). Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan roti bakar isolasi ini adalah: blender, pisau, panci, wajan pengoreng, tevlon pemanggang, spatula pengaduk, kompor, tempat selai, sendok, dan timbangan.         

c).  Pengolahan

Ø  Selai
Ekstrak rosella di campur dengan sirsak matang, dan pepaya lalu di blender hingga membentuk bubur. Setelah menjadi bubur, bubur tersebut di panaskan dengan ditambahkan garam secukupnya, gula ¼ kg, dan 5 gram gum arap. Selanjutnya olah hingga membentuk gum atau memiliki daya oles tinggi dan baik.
Ø  Roti Bakar Isolasi
Roti tawar dengan 2 bagian, masing-masing di olesi margarine di setiap sisinya. Selain mempermudah dalam pemanggangan, margarin akan memberikan rasa gurih pada hasil roti bakar. Selanjutnya bagian tengahnya di olesi selai sirsak dan rosella. Setelah pengolesan merata, baru roti di panggang sampai warnanya berubah coklat ke emasan. Roti yang sudah matang di sajikan kepada konsumen.

2. Rencana Pemasaran

 a). Penentuan Harga Jual
Dalam hal ini penentuan harga jual ditentukan oleh besarnya biaya produksi dari masing-masing jenis roti berselai rosella dan sirsak yang diproduksi. Harga jual untuk per bungkusnya, seperti roti selai rosella dan sirsak Rp 2.000,00

 c). Layanan Pemasaran
Bentuk layanan yang ditawarkan pada produk baru ini adalah pendirian stand dengan disediakannya meja dan kursi sehingga konsumen dapat menikmati aneka sajian yang disediakan pada usaha ini. Selain itu, produk ini juga diproduksi dalam bentuk kemasan sehingga konsumen dapat menikmatinya di tempat lain.

c). Pemasaran Produk
Produk ini akan dipromosikan lewat pemasangan spanduk di depan tempat usaha dan menyebarkan brosur ditempat keramaian serta ditawarkan ke toko-toko kue serta melalui jejaring sosial.

d). Sasaran Pengguna Produk
Sasaran pengguna produk yaitu pelajar, mahasiswa, dan kalangan masyarakat umum.

H.    BIAYA PRODUKSI

No.
Modal
Satuan (Rp)
Qty
Total(Rp)
1.
Rosella
Rp. 20.000,00
¼  kg
Rp. 5.000,00
2
Sirsak
Rp. 4.000,00
1 buah
Rp. 4.000,00
3
Pepaya
Rp. 6.000,00
1 buah
Rp. 6.000,00
4
Gula
Rp. 9.500,00
0,5 kg
Rp. 4.250,00
8
Wadah selai
Rp. 5000,00
1
Rp. 5.000,00
9
Gum Arap
Rp. 15.000,00
0,1 kg
Rp. 15.000,00
10
Garam
Rp. 600,00
¼ kg
Rp. 6.00,00
11
Vanili
Rp.  500,00
10
Rp. 5000,00
12
Roti
Rp.10.000
4
Rp.40.000
16
Plastik Kemasan
Rp 500,00
360
Rp. 180.000,00



 Total


I.       KESIMPULAN
Ø Roti Bakar Isolasi ini merupakan produk pangan yang memiliki sifat fungsional.
Ø Roti Bakar Isolasi ini membutuhkan biaya pembuatan sebesar Rp. XXXX
Ø Dengan sistem pelayanan dan pemasaran yang baik dapat mempermudah dalam penjualan produk roti bakar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar