Senin, 19 Maret 2012

contohh



A.     Latar Belakang
Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling penting. Semakin maju suatu bangsa semakin besar perhatiannya terhadap mutu makanan yang dikonsumsi. Makanan tidak lagi dipandang hanya sebagai sumber kalori, protein, vitamin, dan mineral, tetapi tujuan kesehatan, kenikmatan, dan keselamatan serta mutu kehidupan manusia menjadi aspek yang sudah mulai dipertimbangkan.
Perkembangan teknologi yang pesat dalam memproduksi bahan pangan, pengolahan, pengemasan, maupun perdagangan telah membawa berbagai kenyamanan bagi masyarakat baik dalam jumlah maupun kemudahan dalam mempersiapkan maupun menyajikan makanan. Namun demikian beberapa kemajuan tersebut telah menimbulkan beberapa masalah yang tidak diharapkan utamanya timbulnya kontaminasi makanan oleh mikroba dan bahan racun yang tidak dikendaki.
Kasus keracunan dan infeksi mikroba oleh makanan masih sering terjadi dibeberapa kota di Indonesia salah satunya di jember. Berdasarkan hasil survei dinas kesehatan kabupaten jember, diperoleh data bahwa jumlah penderita diare perdesember 2010 mencapai 67.310 kasus. Dari kasus tersebut,  41.616 kasus di derita anak-anak (Anonim, 2011). Kondisi tersebut dikarenakan  masih banyaknya anak mengkonsumsi makanan yang kurang bermutu baik mikrobiologis maupun kimianya. Padahal, konsumsi makanan yang kurang terjamin keamanan dan mutunya, akan mengakibatkan diare, typus, hepatitis, TBC, bahkan kematian (Sukatiningsih, 2011). Oleh karena itu, perlu adanya upaya meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya mengonsumsi makanan yang terjamin keamanan  dan mutunya sejak dini.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran anak mengonsumsi makanan yang sehat, aman dan bergizi ialah dengan Penyuluhan Pangan Sehat Anak Sekolah Dasar. Sebab mereka tidak hanya mengetahui informasi bagaimana makanan yang aman dan tidak aman dikonsumsi, akan tetapi mereka ditunjukkan langsung bagaimana membedakan bentuk, warna, bau, tekstur dan kenampakan dari makanan yang aman dan tidak aman dikonsumsi. Dengan metode sosialisasi seperti ini, anak-anak akan lebih menguasai dan memahami informasi yang didapat.

B.     Perumusan Masalah
Makanan ringan atau disebut juga dengan jajanan merupakan makanan yang digemari anak-anak. Makanan tersebut memiliki tampilan yang menarik, rasa yang enak, akan tetapi memiliki nilai gizi yang cukup rendah. Selain itu, banyak makanan ringan dijual secara murah dan bebas yang keamananya kurang sehingga membahayakan bagi konsumen terutama anak-anak. Makanan tersebut memilki kandungan mikroba yang cukup banyak, menggunakan bahan tambah pangan yang berbahaya bagi manusia, serta bahan-bahan yang tidak layak konsumsi misalnya minyak yang sudah menghitam, berformalin, berpewarna pakaian dan lain sebagainya. Oleh karenanya untuk mencegah terjadinya keracunan maupun infeksi yang disebabkan makanan yang kurang bermutu, perlu adanya pengetahuan bagi anak supaya mereka lebih selektif dalam memilih makanan yang baik, aman, bergizi serta terjamin mutunya.

C.     Tujuan
Tujuan dari program ini adalah :
1.    Sosialisasi dan pemberian pembelajaran mengenai jajanan sehat, aman, dan bergizi di sekolah dasar.
2.    Memberikan pemahaman kepada anak sekolah dasar mengenai bahaya mengkonsumsi jajanan yang kurang bermutu.

D.     Luaran Yang Diharapkan
Adapun luaran yang diharapkan dari Program Kreativitas Mahasiswa di  bidang Pengabdian Masyarakat ini sebagai berikut.
1.      Memberikan dorongan kepada anak untuk lebih selektif dalam memilih makanan bermutu.
2.      Mampu mengurangi kasus keracunan maupun infeksi microba oleh makanan.
3.      Menambah pengetahuan anak untuk membudayakan hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi serta aman sejak dini.
4.      Bagi Sekolah Dasar yang siswanya dijadikan peserta penyuluhan, dapat dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lainya karena siswanya yang  mandiri dalam memilih makanan bermutu.
5.      Adanya pembentukan kelompok siswa sadar pangan.

E.     Kegunaan
Adapun kegunaan program yang dibuat antara lain :
1.    Mampu meningkatkan kewaspadaan anak sekolah dasar terhadap bahaya mengkonsumsi makanan maupun jajanan yang kurang aman.
2.    Memberikan pengetahuan dan informasi kepada anak terhadap manfaat mengkonsumsi makanan dan jajanan sehat, aman dan bergizi sejak dini.
3.    Memfasilitasi anak-anak dan mengembangkan potensi mereka terhadap pengetahuan akan makanan yang bergizi, aman dan sehat.

F.      Gambaran Umum Masyarakat
Makanan sebagai kebutuhan asasi terpenting manusia dituntut adanya jaminan akan keamananya. Meskipun makanan itu enak, menarik, dan tinggi
nilai gizinya, tetapi setelah dikonsumsi menyebabkan penyakit praktis makanan tersebut tidak ada nilai sama sekali. Sudut perhatian konsumen atas keamanan pangan meliputi:
·        Penyakit yang terkandung dalam makanan
·        Kontaminasi pestisida dan logam berat
·        Residu obat ternak dalam makanan
·        Keraguan dalam keamanan aditif pangan
Makanan penting dan vital peranannya bagi masyarakat, sehingga keamanan pada makanan selalu menjadi pertimbangan utama dalam transaksi makanan (Giyarto, Dkk. 2005).
Ditengah tingginya peranan makanan bagi kehidupan manusia. Jumlah penderita keracunan maupun infeksi yang disebabkan makanan yang terkontaminasi mikroba dan bahan kimia masih banyak. Berdasarkan data dari dinas kesehatan pemerintah kabupaten jember, jumlah penderita diare perdesember tahun 2010 mencapai 67.310 kasus. Dari total jumlah tersebut 61,8 % kasus diderita oleh anak-anak (Anonim, 2011).
Berdasarkan tapak jalan perpindahan penyakit diketahui bahwa perpindahan penyakit dapat berlangsung dari udara, manusia, hewan, makanan dan minuman. Akan tetapi, resiko penyakit paling banyak dipindahkan melalui makanan dan minuman yang kurang terjamin mutunya. Dari kasus anak-anak yang terinfeksi mikroba yang mengakibatkan diare, rata-rata mereka mengkonsumsi makanan yang kurang terjamin mutunya. Hal tersebut terbukti sebagian besar pedagang yang menjual makanan didepan sekolah kurang menerapkan sanitasi yang baik, sehingga dalam jangka pendek makanan tersebut jika dikonsumsi mengakibatkan diare, selain itu kandungan bahan lain seperti bahan kimia berbahaya dan minyak yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi, jika masuk dalam tubuh akan mengakibatkan kanker, gagal ginjal, tumor, dan lain sebagainya.
Kebijakan yang dilakukan SDN Puger Kulon 1, SDN Mayang 1, SDN Tegalrejo 1 dan SDN Tegal Gede 1 hanya sebatas memfasilitasi kantin sekolah pada waktu jam sekolah. Akan tetapi, pada waktu kegiatan belajar mengajar selesai, anak-anak bebas memilih jajanan yang mereka sukai diluar sekolah. Padahal mereka kurang mengetahui dan paham bagaimana dampak mengkonsumsi makanan yang kurang terjamin keamanan dan mutunya.

G.    Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam program ini diawali dengan konsultasi kepada dosen pendamping. Setelah melakukan konsultasi kepada dosen pendamping dan mendapatkan pengarahan tentang pelaksanaan program, maka selanjutnya dilakukan kegiatan sesuai perencanaan yang telah ditentukan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara runtut sebagai berikut.

ü  survei lokasi
ü  administrasi perizinan dan penentuan pelaksanaan waktu penyuluhan ke sekolah yang dituju.
ü  Persiapan terhadap alat dan bahan yang akan dibutuhkan.
ü  penyusunan strategi untuk persiapan penyuluhan dan sistem sosialisasi pada anak-anak disekolah dasar yang dituju.
ü  pelaksanaan program penyuluhan pangan sehat anak sekolah
ü  evaluasi kegiatan
ü  laporan akhir
teknik pelaksanaan program yang akan dilakukan ialah:
A.       Minggu pertama
Pada minggu pertama dilakukan tahap persiapan yamg meliputi:
ü  pembelian alat dan bahan
ü  pembuatan banner dan barang lain yang dibutuhkan
ü  penyewaan barang yang akan digunakan pada saat program dijalankan
ü  penyusunan strategi sosialisasi
ü  survei terhadap sekolah yang akan dijadikan sasaran sosialisasi
B.       Minggu kedua
Pada minggu kedua dilakukan lanjutan yaitu:
ü  Melengkapi administrasi dan perijinan
ü  Diskusi dan koordinasi dengan seluruh anggota, pemateri, maupun pihak sekolah untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan sosialisasi penyuluhan pangan sehat anak sekolah
C.     Minggu ketiga, empat, lima, dan enam
     Pada minggu ke-3, 4, 5 dan 6 dilakukan sosialisasi. Sosialisasi dilakukan berurutan setiap minggunya pada sekolah dasar yang berbeda. Minggu pertama di SDN Puger Kulon 1, ke-2 SDN Mayang 1, ke-3 Tegalrejo 1, dan ke-4 di SDN Tegal Gede 1. Adapun jadwal kegiatan sosialisasi ialah senagai berikut:
Tabel 1. Jadwal kegiatan sosialisasi
No.
Kegiatan
Pengisi Acara
Waktu
1
Perkenalan
Anggota PKM dan Pemateri
07.00 s/d 07.10
2
Pengisian materi
Pemateri
07.10 s/d 08.00
3
Praktek sosialisasi
Pemateri dan Anggota PKM
08.00 s/d 08.50
4
Tanya jawab
dan pembentukan kelompok siswa sadar pangan
Pemateri
08.50 s/d 09.40
5
Pemberian kenang-kenangan pada sekolah dan pembagian hadiah
Anggota PKM
09.40 s/d 10.00
6
Pembagian konsumsi pada peserta serta menutup acara
Anggota PKM
10.00 s/d selesai
       Metode yang digunakan dalam penyuluhan pangan sehat anak sekolah ini adalah:
a.       Pemberian materi yang meliputi materi:
1.      Makanan tidak aman dengan pewarna, pengawet buatan serta makanan kadarluarsa.
2.      Bahaya mengkonsumsi makanan tidak bermutu.
3.      Manfaat jika berprilaku hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, aman, dan sehat sejak dini.
4.      Cara cuci tangan yang baik dan benar.
b.      Penunjukan sampel dari materi yang diberikan melalui pemberian sampel makanan yang kurang memenuhi standar pangan sehat dan aman. Makanan yang kurang aman tersebut dibandingkan dengan makanan yang sehat, bergizi, dan aman. sehingga siswa lebih memahami materi yang diberikan.
c.       Pembentukan kelompok siswa sadar pangan, agar siswa dapat mengawasi serta menjalankan program kesadaran pangan setelah program berakhir.
D.       Minggu ketujuh dan delapan
       Kegiatan pada minggu ketujuh dan delapan dilakukan evaluasi kegiatan dan pembuatan laporan. Kegiatan ini berkonsultasi pada dosen pembimbing atas kegiatan yang telah dilakukan hingga program selesai. Selanjutnya pembuatan laporan ahir untuk di monitoring oleh pihak dikti.

H.    Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan program sosialisasi tentang pangan sehat dilingkungan sekolah dasar dilaksanakan 8 minggu sejak diterimanya proposal, dan pelaksanaanya dilakukan di sekolah dasar yang ditujuh. Adapun jadwal kegiatannya adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Jadwal kegiatan program
No.
Kegiatan yang dilakukan
Minggu Ke -
I
II
II
IV
V
VI
VII
VII
1
Survei lokasi








2
Pembelian dan penyewaan alat








3
Menentukan waktu penyuluhan








4
Administrasi dan perijinan








5
Penyusunan strategi dan sistem sosialisasi program








6
Sosialisasi









SDN Puger Kulon 1









SDN Mayang I









SDN Tegalrejo I









SDN Tegal Gede I








7
Evaluasi kegiatan








8
Laporan ahir










I.      























I. Anggaran Kegiatan
Rincian biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan PKM ini terlampir pada tabel di bawah ini:
            Tabel 3. Rincian anggaran biaya
Jenis Pengeluaran / Spesifikasi
Rincian Anggaran yang Diusulkan
Satuan
Harga Satuan (Rp.)
Jumlah (Rp.)
1. Bahan Habis Pakai



Es aman dikonsumsi
24 buah
4.000
96.000
Es tidak aman dikonsumsi
24 buah
3.000
72.000
Snack kadarluarsa
24 buah
2.500
60.000
Snack tidak kadarluarsa
24 buah
4.000
96.000
Sosis aman dikonsumsi
1 toples
30.000
30.000
Sosis berformalin dan tidak aman
1 toples
20.000
20.000
Konsumsi panitia + pemateri
48 kali
5.000
240.000
Konsumsi peserta ( susu, snack, jelly )
600 Anak
 5000
3.000.000
Hadiah anak aktif
4 sekolah
200.000
 800.000



Jumlah
4.414.000
2. Peralatan Penunjang    PKM



Sewa viuwer
4 kali
125.000
1.000.000
Buat banner
4 buah
80.000
320.000
Buat vandel
4 buah
100.000
400.000
Sewa sound system
4 kali
100.000
400.000


Jumlah
2.120.000
3. Perjalanan



Perjalanan Lokal


100.000
Perjalanan ke lokasi
8 kali
50.000
400.000


Jumlah
500.000
4. Lain –lain



Pembuatan Laporan
5 buah
50.000
250.000
Penggandaan materi
600 buah
1.000
600.000
Dokumentasi


300.000
Penggandaan proposal ke sekolah
4 kali
40.000
160.000
Biaya pemateri
4 kali
100.000
400.000


Jumlah
1.710.000





Jumlah Total
8.844.000


J.      Daftar Pustaka   
Anonim. 2011. Laporan Bulanan Diare PerDesember 2010. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
Giyarto, Dkk.. 2005. Sanitasi Industri dan Keamanan Pangan. Jember: Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember.
Sukatiningsih. 2011. Audit dan System Management Mutu Pangan 1. Jember: Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar