A.
Latar
Belakang
Pangan merupakan salah satu
kebutuhan dasar manusia yang paling penting. Semakin maju suatu bangsa semakin
besar perhatiannya terhadap mutu makanan yang dikonsumsi. Makanan tidak lagi
dipandang hanya sebagai sumber kalori, protein, vitamin, dan mineral, tetapi
tujuan kesehatan, kenikmatan, dan keselamatan serta mutu kehidupan manusia
menjadi aspek yang sudah mulai dipertimbangkan.
Perkembangan teknologi yang pesat
dalam memproduksi bahan pangan, pengolahan, pengemasan, maupun perdagangan
telah membawa berbagai kenyamanan bagi masyarakat baik dalam jumlah maupun
kemudahan dalam mempersiapkan maupun menyajikan makanan. Namun demikian
beberapa kemajuan tersebut telah menimbulkan beberapa masalah yang tidak
diharapkan utamanya timbulnya kontaminasi makanan oleh mikroba dan bahan racun
yang tidak dikendaki.
Kasus keracunan dan
infeksi mikroba oleh makanan masih sering terjadi dibeberapa kota di Indonesia
salah satunya di jember. Berdasarkan hasil survei dinas kesehatan kabupaten
jember, diperoleh data bahwa jumlah penderita diare perdesember 2010 mencapai
67.310 kasus. Dari kasus tersebut, 41.616 kasus di derita anak-anak (Anonim, 2011).
Kondisi tersebut dikarenakan masih
banyaknya anak mengkonsumsi makanan yang kurang bermutu baik mikrobiologis
maupun kimianya. Padahal, konsumsi makanan yang kurang terjamin keamanan dan
mutunya, akan mengakibatkan diare, typus, hepatitis, TBC, bahkan kematian
(Sukatiningsih, 2011). Oleh karena itu, perlu adanya upaya meningkatkan kesadaran anak
terhadap pentingnya mengonsumsi makanan yang terjamin keamanan dan mutunya sejak dini.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran anak
mengonsumsi makanan yang sehat, aman dan bergizi ialah dengan Penyuluhan
Pangan Sehat Anak Sekolah Dasar. Sebab mereka tidak hanya mengetahui informasi
bagaimana makanan yang aman dan
tidak aman dikonsumsi, akan tetapi mereka ditunjukkan langsung bagaimana membedakan
bentuk, warna, bau, tekstur dan kenampakan dari makanan yang aman dan tidak aman dikonsumsi. Dengan metode
sosialisasi seperti ini,
anak-anak akan lebih menguasai dan memahami informasi yang didapat.
B.
Perumusan Masalah
Makanan ringan atau disebut juga dengan jajanan merupakan
makanan yang digemari anak-anak. Makanan tersebut memiliki tampilan yang
menarik, rasa yang enak, akan tetapi memiliki nilai gizi yang cukup rendah.
Selain itu, banyak makanan ringan dijual secara murah dan bebas yang keamananya
kurang sehingga membahayakan bagi konsumen terutama anak-anak. Makanan tersebut memilki
kandungan mikroba yang cukup banyak, menggunakan bahan tambah pangan yang
berbahaya bagi manusia, serta bahan-bahan yang tidak layak konsumsi misalnya
minyak yang sudah menghitam, berformalin, berpewarna pakaian dan lain
sebagainya. Oleh karenanya untuk mencegah terjadinya keracunan maupun infeksi
yang disebabkan makanan yang kurang bermutu, perlu adanya pengetahuan bagi
anak supaya mereka lebih selektif dalam memilih makanan yang baik, aman,
bergizi serta terjamin mutunya.
C.
Tujuan
Tujuan
dari program ini adalah :
1.
Sosialisasi dan pemberian pembelajaran
mengenai jajanan sehat, aman, dan bergizi di sekolah dasar.
2.
Memberikan pemahaman kepada anak sekolah dasar mengenai bahaya mengkonsumsi
jajanan yang kurang bermutu.
D.
Luaran Yang Diharapkan
Adapun luaran yang diharapkan dari Program Kreativitas Mahasiswa
di bidang Pengabdian Masyarakat ini
sebagai berikut.
1.
Memberikan dorongan kepada anak untuk lebih selektif dalam
memilih makanan
bermutu.
2.
Mampu mengurangi kasus keracunan maupun infeksi microba oleh
makanan.
3.
Menambah pengetahuan anak untuk membudayakan hidup
sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi serta aman sejak dini.
4.
Bagi Sekolah Dasar yang siswanya dijadikan peserta
penyuluhan, dapat dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lainya karena siswanya yang mandiri dalam memilih makanan bermutu.
5.
Adanya pembentukan kelompok siswa sadar pangan.
E.
Kegunaan
Adapun kegunaan program yang dibuat antara lain :
1.
Mampu meningkatkan kewaspadaan anak sekolah dasar terhadap
bahaya mengkonsumsi
makanan maupun jajanan yang kurang aman.
2.
Memberikan pengetahuan dan informasi kepada anak terhadap manfaat
mengkonsumsi makanan dan
jajanan sehat, aman dan bergizi sejak dini.
3.
Memfasilitasi anak-anak dan mengembangkan potensi mereka
terhadap pengetahuan akan makanan yang bergizi, aman dan sehat.
F.
Gambaran Umum
Masyarakat
Makanan sebagai kebutuhan asasi terpenting manusia
dituntut adanya jaminan akan keamananya. Meskipun makanan itu enak, menarik,
dan tinggi
nilai gizinya, tetapi setelah dikonsumsi
menyebabkan penyakit praktis makanan tersebut tidak ada nilai sama sekali.
Sudut perhatian konsumen atas keamanan pangan meliputi:
·
Penyakit yang terkandung dalam makanan
·
Kontaminasi pestisida dan logam berat
·
Residu obat ternak dalam makanan
·
Keraguan dalam keamanan aditif pangan
Makanan penting dan vital peranannya bagi
masyarakat, sehingga keamanan pada makanan selalu menjadi pertimbangan utama
dalam transaksi makanan (Giyarto, Dkk. 2005).
Ditengah tingginya peranan makanan bagi kehidupan
manusia. Jumlah penderita keracunan maupun infeksi yang disebabkan makanan yang
terkontaminasi mikroba dan bahan kimia masih banyak. Berdasarkan data dari
dinas kesehatan pemerintah kabupaten jember, jumlah penderita diare
perdesember tahun 2010 mencapai 67.310 kasus. Dari total jumlah tersebut 61,8 %
kasus diderita oleh anak-anak (Anonim, 2011).
Berdasarkan tapak jalan perpindahan penyakit
diketahui bahwa perpindahan penyakit dapat berlangsung dari udara, manusia,
hewan, makanan dan minuman. Akan tetapi, resiko penyakit paling banyak
dipindahkan melalui makanan dan minuman yang kurang terjamin mutunya. Dari
kasus anak-anak yang terinfeksi mikroba yang mengakibatkan diare, rata-rata
mereka mengkonsumsi makanan yang kurang terjamin mutunya. Hal tersebut terbukti
sebagian besar pedagang yang menjual makanan didepan sekolah kurang menerapkan
sanitasi yang baik, sehingga dalam jangka pendek makanan tersebut jika
dikonsumsi mengakibatkan diare, selain itu kandungan bahan lain seperti bahan
kimia berbahaya dan minyak yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi, jika
masuk dalam tubuh akan mengakibatkan kanker, gagal ginjal, tumor, dan lain
sebagainya.
Kebijakan yang dilakukan SDN Puger Kulon 1, SDN
Mayang 1, SDN Tegalrejo 1 dan SDN Tegal Gede 1 hanya sebatas memfasilitasi
kantin sekolah pada waktu jam sekolah. Akan tetapi, pada waktu kegiatan belajar
mengajar selesai, anak-anak bebas memilih jajanan yang mereka sukai diluar
sekolah. Padahal mereka kurang mengetahui dan paham bagaimana dampak mengkonsumsi
makanan yang kurang terjamin keamanan dan mutunya.
G.
Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam program ini diawali dengan
konsultasi kepada dosen pendamping. Setelah melakukan konsultasi kepada dosen
pendamping dan mendapatkan pengarahan tentang pelaksanaan program, maka
selanjutnya dilakukan kegiatan sesuai perencanaan yang telah ditentukan.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara runtut sebagai berikut.
ü
survei lokasi
ü
administrasi perizinan dan penentuan pelaksanaan waktu
penyuluhan ke sekolah yang dituju.
ü
Persiapan terhadap alat dan bahan
yang akan dibutuhkan.
ü
penyusunan strategi untuk persiapan penyuluhan dan sistem sosialisasi pada anak-anak
disekolah dasar yang dituju.
ü
pelaksanaan program penyuluhan pangan sehat
anak sekolah
ü
evaluasi kegiatan
ü
laporan akhir
teknik pelaksanaan program yang akan dilakukan ialah:
A. Minggu pertama
Pada
minggu
pertama dilakukan tahap persiapan yamg meliputi:
ü
pembelian alat dan bahan
ü
pembuatan banner dan barang lain yang dibutuhkan
ü
penyewaan barang yang akan
digunakan pada saat program dijalankan
ü
penyusunan strategi sosialisasi
ü
survei terhadap sekolah yang akan
dijadikan sasaran sosialisasi
B. Minggu kedua
Pada minggu kedua dilakukan lanjutan yaitu:
ü Melengkapi administrasi dan perijinan
ü Diskusi dan koordinasi dengan seluruh anggota, pemateri, maupun pihak
sekolah untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan sosialisasi penyuluhan
pangan sehat anak sekolah
C. Minggu ketiga, empat, lima, dan
enam
Pada minggu ke-3, 4, 5 dan 6 dilakukan
sosialisasi. Sosialisasi dilakukan berurutan setiap minggunya pada sekolah
dasar yang berbeda. Minggu pertama di SDN Puger Kulon 1, ke-2 SDN Mayang 1,
ke-3 Tegalrejo 1, dan ke-4 di SDN Tegal Gede 1. Adapun jadwal kegiatan sosialisasi ialah senagai berikut:
Tabel 1. Jadwal kegiatan
sosialisasi
|
No.
|
Kegiatan
|
Pengisi Acara
|
Waktu
|
|
1
|
Perkenalan
|
Anggota PKM dan Pemateri
|
07.00 s/d 07.10
|
|
2
|
Pengisian materi
|
Pemateri
|
07.10 s/d 08.00
|
|
3
|
Praktek sosialisasi
|
Pemateri dan Anggota PKM
|
08.00 s/d 08.50
|
|
4
|
Tanya jawab
dan pembentukan kelompok siswa sadar pangan
|
Pemateri
|
08.50 s/d 09.40
|
|
5
|
Pemberian kenang-kenangan pada sekolah dan pembagian hadiah
|
Anggota PKM
|
09.40 s/d 10.00
|
|
6
|
Pembagian konsumsi pada peserta serta menutup
acara
|
Anggota PKM
|
10.00 s/d selesai
|
Metode yang digunakan dalam penyuluhan pangan sehat anak
sekolah ini adalah:
a.
Pemberian materi yang meliputi
materi:
1.
Makanan tidak aman dengan pewarna,
pengawet buatan serta makanan kadarluarsa.
2.
Bahaya mengkonsumsi makanan tidak bermutu.
3.
Manfaat jika berprilaku hidup
sehat dengan konsumsi makanan bergizi, aman, dan sehat sejak dini.
4.
Cara cuci tangan yang baik dan
benar.
b.
Penunjukan sampel dari materi yang diberikan melalui pemberian sampel makanan yang kurang memenuhi standar pangan sehat dan aman. Makanan yang kurang aman tersebut dibandingkan dengan makanan yang sehat, bergizi, dan aman. sehingga siswa lebih memahami materi yang
diberikan.
c.
Pembentukan kelompok siswa sadar
pangan, agar siswa dapat mengawasi serta menjalankan program kesadaran pangan
setelah program berakhir.
D. Minggu ketujuh dan delapan
Kegiatan pada
minggu ketujuh dan delapan dilakukan evaluasi kegiatan dan pembuatan laporan.
Kegiatan ini berkonsultasi pada dosen pembimbing atas kegiatan yang telah
dilakukan hingga program selesai. Selanjutnya pembuatan laporan ahir untuk di
monitoring oleh pihak dikti.
H.
Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan program sosialisasi tentang pangan sehat dilingkungan
sekolah dasar dilaksanakan 8 minggu sejak diterimanya proposal, dan
pelaksanaanya dilakukan di sekolah dasar yang ditujuh. Adapun jadwal kegiatannya adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Jadwal kegiatan program
|
No.
|
Kegiatan yang dilakukan
|
Minggu Ke -
|
|||||||
|
I
|
II
|
II
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VII
|
||
|
1
|
Survei lokasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Pembelian
dan penyewaan alat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Menentukan waktu penyuluhan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Administrasi
dan perijinan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Penyusunan strategi dan sistem sosialisasi program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Sosialisasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SDN Puger Kulon 1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SDN Mayang I
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SDN Tegalrejo I
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SDN Tegal Gede I
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Evaluasi kegiatan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Laporan ahir
|
|
|
|
|
|
|
|
|
I.
I. Anggaran Kegiatan
Rincian biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan PKM ini
terlampir pada tabel di bawah ini:
Tabel
3. Rincian anggaran biaya
|
Jenis Pengeluaran / Spesifikasi
|
Rincian Anggaran yang Diusulkan
|
||
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp.)
|
Jumlah (Rp.)
|
|
|
1. Bahan
Habis Pakai
|
|
|
|
|
Es aman dikonsumsi
|
24 buah
|
4.000
|
96.000
|
|
Es tidak aman dikonsumsi
|
24 buah
|
3.000
|
72.000
|
|
Snack kadarluarsa
|
24 buah
|
2.500
|
60.000
|
|
Snack tidak kadarluarsa
|
24 buah
|
4.000
|
96.000
|
|
Sosis aman dikonsumsi
|
1 toples
|
30.000
|
30.000
|
|
Sosis berformalin dan tidak aman
|
1 toples
|
20.000
|
20.000
|
|
Konsumsi panitia + pemateri
|
48 kali
|
5.000
|
240.000
|
|
Konsumsi peserta ( susu, snack, jelly )
|
600 Anak
|
5000
|
3.000.000
|
|
Hadiah anak aktif
|
4 sekolah
|
200.000
|
800.000
|
|
|
|
Jumlah
|
4.414.000
|
|
2. Peralatan
Penunjang PKM
|
|
|
|
|
Sewa viuwer
|
4 kali
|
125.000
|
1.000.000
|
|
Buat banner
|
4 buah
|
80.000
|
320.000
|
|
Buat vandel
|
4 buah
|
100.000
|
400.000
|
|
Sewa sound system
|
4 kali
|
100.000
|
400.000
|
|
|
|
Jumlah
|
2.120.000
|
|
3. Perjalanan
|
|
|
|
|
Perjalanan Lokal
|
|
|
100.000
|
|
Perjalanan ke lokasi
|
8 kali
|
50.000
|
400.000
|
|
|
|
Jumlah
|
500.000
|
|
4. Lain –lain
|
|
|
|
|
Pembuatan Laporan
|
5 buah
|
50.000
|
250.000
|
|
Penggandaan materi
|
600 buah
|
1.000
|
600.000
|
|
Dokumentasi
|
|
|
300.000
|
|
Penggandaan proposal ke sekolah
|
4 kali
|
40.000
|
160.000
|
|
Biaya pemateri
|
4 kali
|
100.000
|
400.000
|
|
|
|
Jumlah
|
1.710.000
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah Total
|
8.844.000
|
|
J.
Daftar Pustaka
Anonim. 2011. Laporan Bulanan Diare PerDesember 2010. Jember: Dinas Kesehatan
Kabupaten Jember.
Giyarto, Dkk.. 2005. Sanitasi Industri dan Keamanan Pangan. Jember: Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Jember.
Sukatiningsih. 2011. Audit dan System Management Mutu Pangan 1. Jember: Fakultas
Teknologi Pertanian, Universitas Jember
Tidak ada komentar:
Posting Komentar